
Plak dapat terbentuk perlahan di dalam pembuluh darah selama bertahun-tahun. Seseorang mungkin masih merasa sehat dan dapat beraktivitas seperti biasa, sementara proses penyempitan pembuluh darah sudah berlangsung.
Karena itu, menjaga kesehatan jantung bukan hanya dilakukan ketika sudah mengalami nyeri dada. Mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan yang tepat sejak dini juga merupakan langkah penting.
Plak merupakan penumpukan zat seperti kolesterol, lemak, kalsium, dan komponen lain pada dinding pembuluh darah.
Proses terbentuknya plak disebut aterosklerosis.
Seiring waktu, plak dapat membuat saluran pembuluh darah semakin menyempit sehingga aliran darah menuju otot jantung dapat terganggu.
Dalam kondisi tertentu, plak dapat mengalami pecah dan memicu terbentuknya bekuan darah. Jika aliran darah ke jantung tersumbat, kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung.
Itulah sebabnya seseorang tidak sebaiknya hanya mengandalkan ada atau tidaknya keluhan untuk menilai kesehatan pembuluh darah jantung.
Anda sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan jantung jika memiliki satu atau beberapa faktor berikut:
Kolesterol tinggi, terutama LDL
Tekanan darah tinggi
Diabetes atau gula darah tinggi
Merokok
Berat badan berlebih atau obesitas
Kurang aktivitas fisik
Pola makan kurang sehat
Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
Usia yang semakin bertambah
Pernah mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan jantung
Bahkan orang yang masih relatif muda pun tidak otomatis bebas dari risiko.
Plak dan penyempitan pembuluh darah jantung dapat berkaitan dengan keluhan seperti:
Dada terasa tertekan, berat, atau tidak nyaman
Mudah sesak saat beraktivitas
Mudah lelah dibandingkan biasanya
Nyeri atau rasa tidak nyaman yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang
Kemampuan beraktivitas menurun
Namun, keluhan tersebut tidak selalu khas dan tidak dapat digunakan untuk memastikan adanya plak.
Tidak ada gejala bukan berarti pasti tidak ada risiko.
Bisa dilakukan evaluasi risiko dan pemeriksaan medis yang sesuai.
Dokter dapat mempertimbangkan berbagai informasi, seperti:
Riwayat kesehatan dan keluarga
Tekanan darah
Profil kolesterol
Gula darah
Kebiasaan merokok
Berat badan dan aktivitas fisik
Keluhan yang dialami
Hasil pemeriksaan jantung sebelumnya
Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Tidak semua orang membutuhkan pemeriksaan yang sama. Pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi dan faktor risiko masing-masing.
Banyak orang mulai memperhatikan jantung setelah mengalami nyeri dada atau setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya masalah.
Padahal, kesehatan jantung idealnya diperhatikan sebelum kondisi menjadi lebih serius.
Jika Anda memiliki kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, riwayat keluarga penyakit jantung, atau sering mengalami keluhan saat beraktivitas, jangan abaikan kondisi tersebut.
Di Klinik CMI, Anda dapat berkonsultasi mengenai kondisi dan faktor risiko kesehatan jantung Anda.
Konsultasi dapat menjadi langkah awal untuk:
✓ Membahas keluhan yang Anda alami
✓ Mengevaluasi faktor risiko penyakit jantung
✓ Menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi Anda
✓ Mendapatkan arahan medis berdasarkan hasil evaluasi
Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, pendekatan pemeriksaan dan penanganan perlu disesuaikan secara individual.
Jika Anda selama ini merasa sehat tetapi memiliki faktor risiko penyakit jantung, sekarang adalah waktu yang baik untuk mulai memperhatikannya.
📍 Klinik CMI
Konsultasikan kesehatan jantung Anda dan kenali faktor risikonya lebih awal.
Hubungi Klinik CMI untuk informasi konsultasi dan pemeriksaan kesehatan jantung.