
Pertanyaan ini cukup sering muncul pada orang yang pernah menjalani pemasangan ring jantung atau stent koroner.
Pemasangan ring memang bertujuan membantu membuka pembuluh darah koroner yang menyempit atau tersumbat sehingga aliran darah ke otot jantung menjadi lebih baik. Namun, ring bukan berarti penyakit jantung koroner sudah hilang sepenuhnya.
Seseorang yang sudah menjalani pemasangan ring tetap dapat mengalami masalah pada pembuluh darah koroner, baik di area sekitar ring maupun pada pembuluh darah lain.
Ada beberapa kemungkinan yang perlu dipahami.
Dalam istilah medis, kondisi ini disebut in-stent restenosis, yaitu penyempitan kembali pada bagian pembuluh darah tempat stent dipasang.
Penyempitan tersebut dapat terjadi karena pertumbuhan jaringan di dalam stent atau proses aterosklerosis yang kembali berkembang.
Karena itu, munculnya kembali keluhan setelah pemasangan ring sebaiknya tidak diabaikan.
Ini adalah salah satu hal yang sering disalahpahami.
Ring dipasang pada pembuluh darah tertentu yang mengalami masalah. Namun, penyakit jantung koroner dapat mengenai lebih dari satu pembuluh darah.
Artinya, meskipun area yang sebelumnya ditangani sudah terbuka, plak aterosklerosis masih dapat berkembang di bagian pembuluh darah lainnya.
Dengan kata lain:
“Sudah pasang ring” bukan berarti seluruh pembuluh darah jantung bebas dari risiko penyumbatan.
Penyakit jantung koroner berkaitan dengan berbagai faktor risiko, seperti:
Kolesterol tinggi
Tekanan darah tinggi
Diabetes
Kebiasaan merokok
Kelebihan berat badan atau obesitas
Kurang aktivitas fisik
Pola makan yang kurang sehat
Riwayat keluarga penyakit jantung
Usia dan faktor risiko lainnya
Jika faktor-faktor tersebut tidak dikendalikan, proses aterosklerosis dapat terus berlangsung.
Karena itu, setelah pemasangan ring, perhatian tidak hanya tertuju pada ring itu sendiri, tetapi juga pada kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan.
Bisa, tetapi tidak berarti setiap pasien yang sudah dipasang ring pasti akan mengalami penyumbatan kembali.
Risiko dan penyebabnya dapat berbeda pada setiap orang.
Selain penyempitan kembali, terdapat kondisi lain yang disebut stent thrombosis, yaitu terbentuknya bekuan darah di dalam atau sekitar stent. Kondisi ini dapat serius dan membutuhkan penanganan medis segera.
Salah satu alasan pasien setelah pemasangan stent perlu mendapatkan terapi antiplatelet sesuai indikasi dokter adalah untuk membantu menurunkan risiko kejadian trombotik. Lama dan jenis terapi harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, karena risiko sumbatan dan risiko perdarahan perlu dipertimbangkan secara individual.
Setelah pemasangan ring, munculnya keluhan seperti berikut sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa:
Nyeri atau rasa tertekan di dada
Dada terasa berat atau tertindih
Sesak napas
Cepat lelah dibandingkan biasanya
Nyeri yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, atau rahang
Keringat dingin
Mual atau rasa tidak nyaman yang muncul bersamaan dengan keluhan dada
Tidak semua masalah jantung memberikan gejala yang sama.
Pemasangan ring bukanlah akhir dari perjalanan pengobatan penyakit jantung koroner.
Justru setelah prosedur, pengelolaan faktor risiko menjadi bagian penting dari perawatan jangka panjang.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Jangan menunggu sampai muncul keluhan berat untuk melakukan evaluasi.
Dokter dapat menentukan pemeriksaan yang sesuai berdasarkan riwayat penyakit, gejala, faktor risiko, dan kondisi klinis Anda.
Obat setelah pemasangan ring memiliki tujuan tertentu, termasuk membantu mencegah kejadian kardiovaskular dan komplikasi terkait stent.
Jangan menghentikan atau mengganti obat sendiri.
Kolesterol LDL yang tinggi berhubungan dengan perkembangan aterosklerosis.
Karena itu, pasien penyakit jantung koroner umumnya membutuhkan perhatian khusus terhadap kadar kolesterol dan terapi penurun lipid sesuai penilaian dokter.
Hipertensi dan diabetes dapat meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular.
Pemantauan dan pengendalian keduanya merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Merokok merupakan salah satu faktor risiko penting penyakit jantung koroner.
Berhenti merokok merupakan langkah yang sangat berarti untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko kejadian kardiovaskular.
Pola makan seimbang, aktivitas fisik sesuai kemampuan dan kondisi medis, tidur yang cukup, serta menjaga berat badan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.
Ya, masih mungkin.
Ring ditujukan untuk menangani penyempitan pada pembuluh darah tertentu. Sementara itu, penyakit jantung koroner merupakan penyakit pembuluh darah yang dapat berkembang pada berbagai lokasi.
Karena itu, setelah pemasangan ring, tujuan perawatan bukan hanya memastikan area yang dipasang ring tetap baik, tetapi juga mengendalikan faktor risiko dan menjaga kesehatan pembuluh darah secara keseluruhan.
Pedoman penyakit jantung koroner kronis menempatkan pengelolaan jangka panjang sebagai bagian penting dari perawatan pasien dengan penyakit arteri koroner.
Jika Anda pernah menjalani pemasangan ring dan mulai mengalami kembali keluhan seperti nyeri dada, sesak, mudah lelah, atau penurunan kemampuan beraktivitas,
Penyebab keluhan dapat bermacam-macam dan perlu dinilai secara medis.
Pemeriksaan yang tepat dapat membantu dokter menentukan apakah keluhan berkaitan dengan penyakit jantung, masalah pada stent, penyempitan di pembuluh lain, atau penyebab lainnya.
Sudah pernah pasang ring bukan berarti Anda harus terus-menerus merasa khawatir.
Yang lebih penting adalah memahami kondisi jantung, mengenali faktor risiko, menjalani kontrol sesuai kebutuhan, dan mendapatkan evaluasi ketika muncul keluhan.
Jika Anda atau keluarga memiliki riwayat penyakit jantung koroner atau pernah menjalani pemasangan ring dan ingin mengetahui kondisi kesehatan jantung lebih lanjut, Klinik CMI dapat menjadi tempat untuk berkonsultasi dan mendiskusikan kondisi Anda dengan tenaga medis.
Jangan menunggu keluhan menjadi lebih berat. Kenali kondisi jantung Anda dan lakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan.