Artikel Kesehatan

Penyakit Jantung Koroner (PJK): Kenali Risikonya dan Jangan Tunggu Sampai Terlambat

10 Sep 2026 Tim Medis GrSetra

Penyakit jantung koroner PJK dan risiko penyakit jantung pada wanita
Pernah merasa dada terasa berat saat beraktivitas, mudah lelah, atau tiba-tiba mengalami sesak napas? Jangan langsung menganggapnya sebagai keluhan biasa.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyakit ini terjadi ketika pembuluh darah koroner yang memasok darah dan oksigen ke otot jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan.

PJK dapat berkembang secara perlahan dan terkadang tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, mengetahui faktor risiko dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.

Apa Itu Penyakit Jantung Koroner?

Jantung membutuhkan oksigen dan nutrisi agar dapat bekerja dengan baik. Kebutuhan tersebut dipenuhi melalui pembuluh darah koroner.

Pada PJK, terjadi penumpukan plak pada dinding pembuluh darah, yang dikenal sebagai aterosklerosis. Plak dapat menyebabkan pembuluh darah semakin menyempit sehingga aliran darah menuju otot jantung berkurang.

Jika kondisi tersebut semakin berat atau terjadi penyumbatan secara tiba-tiba, seseorang dapat mengalami serangan jantung.

Kenali Gejala PJK Sejak Dini

Setiap orang memiliki gejala penyakit jantung koroner yang berbeda-beda. Keluhan yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Dada terasa nyeri, berat, tertekan, atau seperti tertindih

  • Nyeri menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung

  • Sesak napas

  • Mudah lelah, terutama saat beraktivitas

  • Keringat dingin

  • Mual atau rasa tidak nyaman di perut

  • Pusing atau tubuh terasa lemas

Tidak semua penderita PJK mengalami nyeri dada yang khas. Pada sebagian orang, terutama perempuan, lansia, atau penderita diabetes, gejala dapat terasa lebih samar.

Jadi, jangan menunggu sampai nyeri dada terasa berat untuk mulai memperhatikan kesehatan jantung.

Apakah Anda Memiliki Faktor Risiko PJK?

Risiko penyakit jantung koroner dapat meningkat apabila seseorang memiliki beberapa kondisi berikut:

 Kolesterol tinggi
Kadar kolesterol yang tidak terkontrol dapat berkontribusi terhadap pembentukan plak pada pembuluh darah.

 Tekanan darah tinggi
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan beban kerja jantung dan berdampak pada kesehatan pembuluh darah.

 Diabetes
Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan pada pembuluh darah.

 Merokok
Merokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

 Berat badan berlebih dan kurang aktivitas fisik
Keduanya dapat berkaitan dengan berbagai faktor risiko penyakit jantung.

 Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
Riwayat keluarga merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai risiko seseorang.

Jika Anda memiliki beberapa faktor risiko tersebut, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi semakin penting.

Mengapa Pemeriksaan Jantung Penting?

Salah satu tantangan PJK adalah penyakit ini dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.

Pemeriksaan kesehatan membantu dokter menilai kondisi dan faktor risiko seseorang secara lebih menyeluruh.

Tergantung kondisi pasien, evaluasi dapat mencakup:

  • Pemeriksaan tekanan darah

  • Pemeriksaan gula darah

  • Pemeriksaan kolesterol/profil lipid

  • Elektrokardiogram (EKG)

  • Pemeriksaan lain sesuai indikasi medis

Tidak semua orang membutuhkan pemeriksaan yang sama. Dokter akan menentukan pemeriksaan yang sesuai berdasarkan keluhan, usia, riwayat kesehatan, dan faktor risiko.

Kapan Sebaiknya Memeriksakan Diri?

Anda dapat mempertimbangkan konsultasi apabila:

  • Memiliki tekanan darah tinggi

  • Memiliki diabetes

  • Memiliki kolesterol tinggi

  • Merokok

  • Mengalami kelebihan berat badan

  • Jarang melakukan aktivitas fisik

  • Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga

  • Sering merasa mudah lelah atau sesak saat beraktivitas

  • Mengalami nyeri atau rasa tidak nyaman di dada

Lebih baik mengetahui kondisi kesehatan lebih awal daripada menunggu sampai muncul masalah yang lebih serius.

Jangan Abaikan Nyeri Dada

Jika mengalami nyeri atau tekanan di dada yang berat atau menetap, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, atau nyeri yang menjalar ke lengan, rahang, leher, atau punggung, segera cari pertolongan medis.

Gejala tersebut dapat merupakan tanda kondisi jantung yang serius dan membutuhkan penanganan segera.

Menjaga Jantung Dimulai dari Sekarang

Menjaga kesehatan jantung tidak harus menunggu usia lanjut.

Beberapa hal  yang dapat dilakukan setiap hari, yakni:

  • Pilih makanan yang lebih sehat

  • Kurangi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam

  • Perbanyak sayur dan buah

  • Rutin melakukan aktivitas fisik sesuai kemampuan

  • Berhenti merokok

  • Jaga berat badan

  • Kelola stres

  • Tidur yang cukup

  • Periksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan jantung.

Saatnya Lebih Peduli pada Kesehatan Jantung Anda

Jantung bekerja setiap saat untuk mendukung aktivitas kita. Karena itu, jangan menunggu sampai muncul keluhan berat baru mulai memperhatikannya.

Jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung koroner atau mengalami keluhan yang membuat khawatir, konsultasikan kondisi Anda dengan tenaga medis dan lakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan.

 Klinik CMI — Peduli Kesehatan Anda

Di Klinik CMI, Anda dapat berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan dan faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner.

Jangan menunggu sampai tubuh memberikan tanda yang lebih berat. Mulai peduli pada kesehatan jantung Anda dari sekarang.

📍 Konsultasikan kondisi kesehatan Anda di Klinik CMI.

Hubungi Klinik CMI untuk mendapatkan informasi mengenai jadwal konsultasi dan pemeriksaan yang tersedia.