Artikel Kesehatan

Sariawan Tak Kunjung Sembuh? Kenali Tanda Kanker Lidah

07 Sep 2026 Tim Medis GrSetra

Sariawan tak kunjung sembuh dan tanda kanker lidah pada wanita

Pernah mengalami sariawan yang tidak kunjung sembuh? Kebanyakan sariawan memang tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya. Namun, jika luka di lidah menetap, sering kambuh, terasa semakin sakit, atau disertai perubahan lain di dalam mulut, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

Salah satu kemungkinan yang perlu diperhatikan adalah kanker lidah.

Apa Itu Kanker Lidah?

Kanker lidah merupakan salah satu jenis kanker pada rongga mulut. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel pada jaringan lidah mengalami perubahan sehingga tumbuh secara tidak terkendali.

Sebagian besar kanker pada bagian depan lidah termasuk dalam kelompok kanker rongga mulut. Sementara itu, kanker yang muncul pada pangkal lidah memiliki karakteristik dan penanganan yang dapat berbeda karena secara anatomi berkaitan dengan area orofaring.

Kanker lidah tidak selalu menimbulkan keluhan yang khas pada tahap awal. Karena itu, perubahan kecil di dalam mulut yang menetap perlu diperhatikan.

Tanda Kanker Lidah yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua luka atau sariawan berarti kanker. Namun, beberapa perubahan berikut perlu diperiksakan, terutama jika tidak membaik:

- Luka atau sariawan pada lidah yang menetap.

- Bercak putih atau merah pada lidah atau rongga mulut.

- Benjolan atau penebalan pada lidah.

- Nyeri pada lidah atau mulut yang berlangsung terus-menerus.

- Perdarahan pada lidah tanpa penyebab yang jelas.

- Rasa kebas atau mati rasa pada bagian tertentu di mulut.

- Kesulitan mengunyah, menelan, berbicara, atau menggerakkan lidah.

- Benjolan pada leher akibat pembesaran kelenjar getah bening.

- Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.


Gejala-gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang terkena kanker karena berbagai kondisi lain juga dapat menimbulkannya. Namun, keluhan yang menetap atau semakin berat sebaiknya dievaluasi oleh dokter atau dokter gigi.


Apa yang Bisa Meningkatkan Risiko?

Penyebab kanker lidah tidak berasal dari satu faktor saja. Beberapa kebiasaan dan kondisi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker rongga mulut.


1. Merokok dan produk tembakau

Paparan zat karsinogen dari tembakau merupakan salah satu faktor risiko utama kanker rongga mulut.

2. Konsumsi alkohol

Konsumsi alkohol, terutama dalam jumlah tinggi, berkaitan dengan peningkatan risiko kanker rongga mulut. Risiko dapat semakin besar jika seseorang juga menggunakan tembakau.

3. Mengunyah tembakau atau pinang

Kebiasaan menggunakan tembakau tanpa dibakar maupun mengunyah produk pinang atau betel quid juga dapat meningkatkan risiko kanker rongga mulut. Hal ini menjadi perhatian khusus di beberapa wilayah Asia Tenggara.

4. Infeksi HPV tertentu

Beberapa jenis Human Papillomavirus (HPV) berhubungan dengan kanker di daerah mulut dan tenggorokan, terutama kanker orofaring. Hubungan HPV dengan kanker sangat bergantung pada lokasi dan jenis kanker yang dimaksud.

5. Kondisi rongga mulut

Masalah kesehatan gigi dan mulut tertentu dapat berkontribusi terhadap risiko penyakit rongga mulut. Karena itu, menjaga kebersihan mulut serta melakukan pemeriksaan gigi secara rutin tetap penting.


Bagaimana Dokter Memastikan Kanker Lidah?

Jika ditemukan luka atau perubahan jaringan yang mencurigakan, dokter akan melakukan pemeriksaan mulut dan leher secara menyeluruh.

Bila diperlukan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang, termasuk biopsi, yaitu mengambil sebagian jaringan untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan tersebut membantu memastikan apakah terdapat sel kanker sekaligus menentukan jenisnya.

Pemeriksaan tambahan seperti pencitraan atau pemeriksaan lainnya dapat dilakukan untuk mengetahui ukuran tumor dan apakah penyakit telah menyebar ke jaringan atau kelenjar getah bening di sekitarnya.


Apakah Kanker Lidah Bisa Diobati?

Bisa. Pilihan pengobatan bergantung pada lokasi tumor, ukuran, stadium penyakit, kondisi kesehatan pasien, serta apakah kanker telah menyebar.


Beberapa pilihan terapi dapat meliputi:

- Operasi, untuk mengangkat jaringan kanker.

- Radioterapi, menggunakan radiasi untuk menghancurkan sel kanker.

- Kemoterapi, menggunakan obat untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker.

- Terapi target atau imunoterapi, pada kondisi tertentu.

- Kombinasi beberapa metode pengobatan.


Untuk kanker rongga mulut, operasi sering menjadi bagian penting dalam terapi, dan pada kondisi tertentu dapat dilanjutkan dengan radioterapi atau kombinasi kemoradiasi.

Semakin dini kanker ditemukan dan ditangani, semakin besar peluang mendapatkan hasil pengobatan yang baik.


Jangan Menunggu Sampai Keluhan Semakin Berat

Sariawan sesekali umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Namun, luka atau perubahan di dalam mulut yang tidak membaik, semakin besar, sering berdarah, atau disertai kesulitan menelan dan berbicara sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama.

Pemeriksaan lebih awal bukan berarti Anda pasti menderita kanker. Justru, pemeriksaan dapat membantu menemukan penyebab sebenarnya dan memberikan penanganan yang sesuai.

Lindungi Kesehatan Mulut Mulai Sekarang

Beberapa langkah sederhana dapat membantu menurunkan risiko kanker rongga mulut:

- Hindari rokok dan produk tembakau.

- Batasi atau hindari konsumsi alkohol.

- Hindari kebiasaan mengunyah tembakau atau pinang.

- Jaga kebersihan gigi dan mulut.

- Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala.

- Perhatikan perubahan yang tidak biasa pada lidah dan rongga mulut.

- Segera konsultasikan keluhan yang menetap kepada tenaga kesehatan.


WHO dan IARC menekankan bahwa menghindari tembakau, menghindari atau mengurangi konsumsi alkohol, serta menghindari produk pinang merupakan bagian penting dari pencegahan kanker rongga mulut.


Kesimpulan

Kanker lidah memang perlu diwaspadai, tetapi tidak setiap sariawan atau luka pada lidah berarti kanker. Yang paling penting adalah mengenali perubahan yang tidak biasa dan tidak mengabaikannya ketika keluhan menetap.


Jika Anda menemukan luka, benjolan, bercak, atau perubahan lain pada lidah yang tidak kunjung membaik, jangan mendiagnosis diri sendiri. Konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat.