
Pagi rasanya kurang pas tanpa kopi. Tapi begitu ada yang bilang kopi bisa merusak ginjal, Anda mungkin langsung cemas. Padahal ada kabar lain yang menyebut kopi justru bagus untuk ginjal. Mana sih yang benar?
Ternyata jawabannya nggak sehitam-putih secangkir kopi. Beberapa penelitian besar memang membawa kabar baik buat para penikmat kopi. Tapi ada catatan penting soal takaran, campuran gula dan krimer, sampai kondisi ginjal Anda sendiri. Minuman berenergi juga punya cerita yang berbeda.
Mari kita lihat temuan sebenarnya dari para ahli. Anda juga bisa mengatur kebiasaan ngopi supaya tetap ramah untuk ginjal.
Ada dua temuan utama yang sering dibahas.
Studi pertama dimuat di American Journal of Kidney Diseases pada 2019 dan diumumkan oleh National Kidney Foundation (NKF). Peneliti memakai metode analisis gen (Mendelian randomization) pada data ratusan ribu orang. Hasilnya, minum satu cangkir kopi ekstra setiap hari dikaitkan dengan kasus baru penyakit ginjal kronis stadium 3 sampai 5 yang lebih rendah. Angka eGFR (ukuran kemampuan ginjal menyaring darah) terlihat lebih tinggi, dan kebocoran protein (albumin) lebih rendah. Para peneliti mengaku belum tahu pasti batas manfaatnya. Pengaruh jenis kopi seperti espreso atau instan juga belum dipastikan.
Temuan kedua berasal dari riset Johns Hopkins. Mereka memantau 14.207 orang dewasa (usia median 54 tahun) selama 24 tahun. Selama itu tercatat 1.694 kasus cedera ginjal akut.
Orang yang minum kopi dalam jumlah berapa pun punya risiko cedera ginjal akut sekitar 15% lebih rendah. Kalau Anda minum dua sampai tiga cangkir sehari, risikonya turun 22 sampai 23%. Angka 15% itu sudah memperhitungkan faktor demografi, gaya hidup, dan pola makan. Setelah faktor kesehatan lain seperti tekanan darah, diabetes, dan fungsi ginjal ikut diperhitungkan, penurunannya masih sekitar 11%.
Jangan buru-buru menyimpulkan.
Studi Johns Hopkins hanya mengamati kebiasaan minum kopi, jadi hasilnya sebatas kaitan, bukan bukti sebab-akibat. Studi pertama memang memakai data genetik, tapi penelitinya sendiri belum tahu pasti batas manfaatnya. Artinya, kopi belum tentu otomatis melindungi ginjal.
Tim Johns Hopkins menyebut cara kerjanya masih perlu diteliti lebih lanjut. Dugaannya, kafein membantu aliran darah dan pemakaian oksigen di ginjal. Mereka juga menegaskan bahwa tambahan seperti susu, krimer, dan gula harus diuji lagi.
Peringatan ini pas banget untuk kebiasaan orang Indonesia. Kopi sachet atau kopi kekinian sering kali membawa banyak gula dan krimer. Gula berlebih bisa memicu diabetes, salah satu faktor risiko utama penyakit ginjal. Makanya, manfaat sehat kopi nggak otomatis berlaku untuk kopi manis.
Kopi juga tetap nggak bisa menggantikan air putih.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) menyebut batas aman kafein adalah 400 mg per hari untuk orang dewasa sehat, setara empat sampai lima cangkir kopi, dan pada kadar ini umumnya tidak ditemukan efek merugikan. Tapi ada syaratnya. FDA mengingatkan bahwa batas aman ini bergantung pada berat badan, obat yang sedang Anda minum, sampai sensitivitas pribadi.
Sebagai gambaran, secangkir kopi 240 ml biasanya mengandung kafein 80 sampai 100 mg. Teh hijau atau hitam 240 ml sekitar 30 sampai 50 mg. Minuman bersoda kaleng ukuran 350 ml berisi 30 sampai 40 mg. Kalau minuman berenergi, rentangnya sangat lebar, yakni sekitar 40 sampai 250 mg per 240 ml.
Rentang selebar itu bikin Anda harus selalu membaca label. Kafein berlebih rentan memicu rasa cemas, mual, sakit kepala, jantung berdebar, sampai sulit tidur. Tubuh kita butuh waktu sekitar empat sampai enam jam cuma buat mengolah separuh kafein. Jadi kopi sore memang bisa mengganggu tidur Anda di malam hari.
Bukti langsung soal efek minuman berenergi terhadap ginjal masih terbatas. Ada ulasan yang menyebut kemungkinannya muncul kalau diminum rutin dan berlebihan dengan kafein tinggi. Cuma, datanya memang belum sekuat penelitian kopi.
Peringatan lembaga kesehatan jauh lebih jelas soal minuman ini, karena bisa menimbulkan efek buruk, khususnya bagi anak, remaja, dan dewasa muda. American Academy of Pediatrics bahkan tidak menganjurkan konsumsi kafein pada anak dan remaja.
Buat Anda yang sudah hidup dengan penyakit ginjal, aturannya tentu berbeda. Ulasan yang merujuk NKF menyarankan Anda bertanya dulu kepada ahli gizi soal batas kopi yang aman. Ahli gizi bisa menimbang kadar kafein dan kalium pada kopi Anda. Minuman berenergi sebaiknya dihindari sepenuhnya, kecuali dokter Anda mengizinkan.
Tenang, Anda nggak perlu musuhan sama kopi. Atur saja kebiasaannya dengan trik ini:
Satu catatan penting: gangguan ginjal jarang menimbulkan keluhan di fase awal. Kebiasaan minum harian sering terasa aman, jadi gampang dianggap sepele. Kalau Anda punya faktor risiko seperti hipertensi atau diabetes, sebaiknya periksa fungsi ginjal secara berkala.
Di CMI Hospital, Anda bisa berkonsultasi langsung dengan tim medis untuk tahu pola minum yang paling pas dengan kondisi Anda.
Hubungi Tim Medis & Konsultasi Sekarang